Selasa, 13 Oktober 2026

Terbit : Jum, 14 Agustus 2026

Revitalisasi Fungsi Masjid: Belajar dari Konsep Ekonomi dan Pendidikan Imam Al-Ghazali

Oleh : baiturrohim negarajati Artikel Islamiah
Revitalisasi Fungsi Masjid: Belajar dari Konsep Ekonomi dan Pendidikan Imam Al-Ghazali

Diterbitkan oleh: Tim Kajian Masjid Baiturrohim | baiturrohim-negarajati.mamusda.id

Tanggal Terbit: 15 Agustus 2026

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Masjid pada era keemasan Islam tidak hanya berdiri sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual seperti shalat dan zikir semata. Lebih dari itu, masjid memegang peranan sentral sebagai pusat peradaban, tempat bertukarnya gagasan, pusat pendidikan umat, hingga penggerak roda ekonomi masyarakat.

Namun, seiring berjalannya waktu, terjadi penyempitan peran masjid yang sering kali hanya ramai saat waktu shalat berjamaah tiba. Untuk mengembalikan kejayaan fungsi tersebut, kita perlu melakukan revitalisasi fungsi masjid. Salah satu pemikiran yang sangat relevan untuk dijadikan rujukan adalah konsep pendidikan dan ekonomi dari Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali (rahimahullah).

1. Konsep Pendidikan Imam Al-Ghazali: Membentuk Karakter dan Kesalehan Utuh

Dalam karyanya yang monumental, Ihya’ ‘Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menekankan bahwa tujuan utama pendidikan bukanlah sekadar menumpuk pengetahuan (ilmu), melainkan untuk menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs), memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Implementasi pada Masjid Modern:

  • Pendidikan Berbasis Karakter & Akhlak: Majelis taklim dan pengajian di masjid tidak hanya mengajarkan hukum fikih secara tekstual, tetapi juga membina mentalitas, kejujuran, dan kepedulian sosial jamaah.
  • Pusat Belajar Sepanjang Hayat: Masjid membuka ruang belajar bagi semua tingkatan usia—mulai dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) untuk anak-anak, kajian remaja masjid, hingga bimbingan keislaman dan keaksaraan bagi kaum tua.
  • Integrasi Ilmu Agama dan Sosial: Masjid dapat menyelenggarakan seminar, pelatihan literasi digital, hingga bimbingan parenting berbasis nilai-nilai Islam.

2. Konsep Ekonomi Imam Al-Ghazali: Keseimbangan antara Dunia dan Akhirat

Imam Al-Ghazali memandang aktivitas ekonomi (kasb) sebagai bentuk ibadah dan sarana untuk mencapai kesejahteraan akhirat, selama dilakukan dengan cara yang halal dan beretika. Beliau menekankan pentingnya prinsip kesetaraan, keadilan, serta larangan menimbun harta maupun praktik riba.

Implementasi pada Pemberdayaan Ekonomi Masjid:

  • Penguatan Baitul Maal & Ziswaf: Masjid tidak hanya mengumpulkan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf), tetapi juga menyalurkannya secara produktif untuk modal usaha jamaah yang membutuhkan (mustahik).
  • Pengembangan Koperasi / UMKM Masjid: Mendirikan unit usaha ekonomi makmur seperti Baitul Maal wat Tamwil (BMT) atau warung serba ada (mart) masjid yang hasilnya kembali dimanfaatkan untuk operasional masjid dan kesejahteraan warga sekitar.
  • Pelatihan Kewirausahaan Syariah: Mengadakan lokakarya bisnis halal dan literasi keuangan syariah bagi pemuda dan pelaku UMKM jamaah masjid.

3. Sinergi Pendidikan dan Ekonomi: Masjid sebagai Oase Masyarakat

Ketika fungsi pendidikan dan ekonomi berjalan selaras di dalam masjid, akan tercipta ekosistem masyarakat yang mandiri dan berakhlak mulia. Pendidikan membentuk sumber daya manusia yang jujur dan bertakwa, sementara penguatan ekonomi memberikan sarana bagi mereka untuk hidup mandiri dan berdaya.

Imam Al-Ghazali mengingatkan bahwa ketiadaan kecukupan ekonomi dapat mengganggu kekhusyukan ibadah dan kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, masjid hadir bukan hanya menenangkan jiwa yang dahaga secara spiritual, tetapi juga memberi solusi atas persoalan nyata yang dihadapi umat.

Penutup: Langkah Nyata Memakmurkan Masjid Jami’ Baiturrohim

Mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban memerlukan komitmen bersama antara pengurus (takmir) dan seluruh jamaah. Marilah kita jadikan Masjid Jami’ Baiturrohim tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga hidup dengan kegiatan pendidikan yang mencerdaskan dan program ekonomi yang menyejahterakan.

Semoga Allah SWT meredhai setiap langkah kita dalam memakmurkan rumah-Nya dan menjadikan masjid kita sebagai sumber rahmat bagi lingkungan sekitar. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Masjid Jami' Baiturrohim
Jalan Telagasari, Desa Negarajati, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap
Luas Area- m2
Luas Bangunan- m2
Status Lokasi-
Tahun Berdiri-
  • Selamat datang di Masjid Jami' Baiturrohim MAMUSDA Kunjungi Kami