
Diterbitkan oleh: Tim Kajian Masjid Baiturrohim | baiturrohim-negarajati.mamusda.id
Tanggal Terbit: 15 Agustus 2026
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 bukan sekadar rutinitas seremoni tahunan. Bagi umat Islam—khususnya kaum Nahdliyin—momen bersejarah ini adalah ruang refleksi spiritual dan kebangsaan yang mendalam. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah cuma-cuma, melainkan buah dari tetesan darah, keringat, dan doa para pahlawan serta para ulama yang bersatu membela Tanah Air.
Di balik tegaknya Sang Saka Merah Putih, ada simpul sejarah yang tak terpisahkan antara semangat keislaman dan kebangsaan. Menatap usia Indonesia yang ke-81 tahun, sangat penting bagi kita untuk kembali merawat gelora semangat perjuangan (jihad) dan membumikan sikap kasih sayang (rahmat) demi kejayaan NKRI.
Semangat perjuangan dalam sejarah berdiri bangsa ini memiliki makna yang sangat luhur dan konstruktif. Sejarah mencatat peristiwa bersejarah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dicetuskan oleh Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari bersama para ulama NU. Fatwa tersebut menegaskan bahwa membela Tanah Air dari penjajah adalah kewajiban agama (fardhu ‘ain). Spirit itulah yang membakar keberanian para santri dan rakyat Indonesia hingga meletus peristiwa 10 November di Surabaya.
“Hubbul Wathan minal Iman”
Mencintai Tanah Air adalah bagian dari Iman.
Memasuki usia kemerdekaan yang ke-81, menjaga gelora perjuangan tidak lagi berarti memegang senjata di medan perang, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata:
Islam diturunkan sebagai Rahmatan lil ‘Alamin—rahmat bagi seluruh semesta alam. Dalam bingkai keindonesiaan, prinsip rahmat ini diwujudkan melalui nilai-nilai dasar Nahdlatul Ulama, yaitu Tasamuh (toleransi), Tawazun (seimbang), Tawassuth (moderat), dan I’tidal (tegap/adil).
Membumikan rahmat bagi negeri berarti menjadikan masjid dan komunitas Muslim sebagai sarana penyebar kedamaian:
Nahdlatul Ulama sejak awal berdirinya telah menetapkan bahwa NKRI dan Pancasila adalah bentuk kesepakatan final bangsa (Darul Mitsaq). Komitmen hubbul wathan minal iman mengajarkan kita bahwa menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa adalah bagian tak terpisahkan dari pengamalan ajaran agama.
Di usia Indonesia yang ke-81, tantangan zaman semakin kompleks—mulai dari krisis moral, pesatnya arus teknologi, hingga dinamika sosial-ekonomi. Melalui panduan para ulama, kita diajak untuk tetap kokoh berpijak pada tradisi luhur Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, seraya adaptif dan inovatif dalam menjawab tantangan zaman.
Sebagai bagian dari jamaah masjid dan warga negara, marilah kita sambut Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI ini dengan meluruskan niat dan memperkuat kontribusi nyata.
Mari kita makmurkan Masjid Jami’ Baiturrohim bukan hanya dengan zikir dan doa untuk keselamatan bangsa, tetapi juga dengan langkah konkret: membimbing generasi muda, memperkuat kepedulian sosial terhadap fakir miskin, serta merawat kerukunan antarwarga.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kedamaian, dan keberkahan bagi Republik Indonesia. DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA! MERDEKA!
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
| Luas Area | - m2 |
| Luas Bangunan | - m2 |
| Status Lokasi | - |
| Tahun Berdiri | - |