
Diterbitkan oleh: Tim Kajian Masjid Baiturrohim | baiturrohim-negarajati.mamusda.id
Tanggal Terbit: 15 Agustus 2026
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Masjid pada era keemasan Islam tidak hanya berdiri sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual seperti shalat dan zikir semata. Lebih dari itu, masjid memegang peranan sentral sebagai pusat peradaban, tempat bertukarnya gagasan, pusat pendidikan umat, hingga penggerak roda ekonomi masyarakat.
Namun, seiring berjalannya waktu, terjadi penyempitan peran masjid yang sering kali hanya ramai saat waktu shalat berjamaah tiba. Untuk mengembalikan kejayaan fungsi tersebut, kita perlu melakukan revitalisasi fungsi masjid. Salah satu pemikiran yang sangat relevan untuk dijadikan rujukan adalah konsep pendidikan dan ekonomi dari Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali (rahimahullah).
Dalam karyanya yang monumental, Ihya’ ‘Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menekankan bahwa tujuan utama pendidikan bukanlah sekadar menumpuk pengetahuan (ilmu), melainkan untuk menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs), memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Imam Al-Ghazali memandang aktivitas ekonomi (kasb) sebagai bentuk ibadah dan sarana untuk mencapai kesejahteraan akhirat, selama dilakukan dengan cara yang halal dan beretika. Beliau menekankan pentingnya prinsip kesetaraan, keadilan, serta larangan menimbun harta maupun praktik riba.
Ketika fungsi pendidikan dan ekonomi berjalan selaras di dalam masjid, akan tercipta ekosistem masyarakat yang mandiri dan berakhlak mulia. Pendidikan membentuk sumber daya manusia yang jujur dan bertakwa, sementara penguatan ekonomi memberikan sarana bagi mereka untuk hidup mandiri dan berdaya.
Imam Al-Ghazali mengingatkan bahwa ketiadaan kecukupan ekonomi dapat mengganggu kekhusyukan ibadah dan kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, masjid hadir bukan hanya menenangkan jiwa yang dahaga secara spiritual, tetapi juga memberi solusi atas persoalan nyata yang dihadapi umat.
Mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban memerlukan komitmen bersama antara pengurus (takmir) dan seluruh jamaah. Marilah kita jadikan Masjid Jami’ Baiturrohim tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga hidup dengan kegiatan pendidikan yang mencerdaskan dan program ekonomi yang menyejahterakan.
Semoga Allah SWT meredhai setiap langkah kita dalam memakmurkan rumah-Nya dan menjadikan masjid kita sebagai sumber rahmat bagi lingkungan sekitar. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
| Luas Area | - m2 |
| Luas Bangunan | - m2 |
| Status Lokasi | - |
| Tahun Berdiri | - |