Selasa, 13 Oktober 2026

Terbit : Sel, 04 Agustus 2026

Hakikat Sholat: Bukan Sekadar Gerakan, tetapi Pertemuan dengan Allah

Oleh : baiturrohim negarajati Muamalah
Hakikat Sholat: Bukan Sekadar Gerakan, tetapi Pertemuan dengan Allah

Oleh: Azhar Luqmanul Hakim – Mahasiswa KKN UNUGHA

Hakikat Sholat

Sholat merupakan ibadah yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Setiap hari kita melaksanakan sholat lima waktu, mulai dari Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib, hingga Isya. Namun, pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri, “Apakah kita sudah benar-benar memahami hakikat dari sholat yang kita kerjakan?”

Sholat bukan hanya sekadar berdiri, rukuk, sujud, dan membaca bacaan-bacaan tertentu. Di balik setiap gerakan dan bacaan sholat terdapat makna yang sangat dalam. Sholat merupakan bentuk penghambaan, komunikasi, ketundukan, sekaligus cara seorang hamba untuk mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.

Sebagai bagian dari rutinan malam Rabu berupa kultum singkat, yang mulai terlaksana pada tanggal 30, mari kita bersama-sama memahami lebih dalam tentang hakikat sholat.

  1. Sholat adalah Bentuk Penghambaan kepada Allah

Hakikat pertama dari sholat adalah menunjukkan bahwa kita adalah hamba Allah SWT.

Ketika kita mengangkat tangan untuk takbir dan mengucapkan:

«اللهُ أَكْبَرُ»

“Allahu Akbar — Allah Mahabesar.”

Sesungguhnya kita sedang mengakui bahwa tidak ada sesuatu pun yang lebih besar daripada Allah SWT. Segala kesibukan, masalah, pekerjaan, harta, jabatan, dan urusan dunia berada di bawah kebesaran Allah.

Kemudian ketika kita bersujud, kita meletakkan bagian tubuh yang paling mulia, yaitu kepala, ke tempat yang paling rendah. Ini mengajarkan kepada kita tentang kerendahan hati di hadapan Allah SWT.

Semakin tinggi kedudukan seseorang di dunia, semakin ia harus menyadari bahwa di hadapan Allah, kita semua hanyalah seorang hamba.

  1. Sholat adalah Cara Kita Mengingat Allah

Allah SWT berfirman:

«وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي»

“Dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku.”
(QS. Taha: 14)

Sholat menjadi pengingat bagi kita bahwa kehidupan ini bukan hanya tentang mengejar dunia.

Ketika azan berkumandang, kita dipanggil untuk meninggalkan sementara urusan dunia dan menghadap kepada Allah.

Kita mungkin sedang sibuk bekerja, belajar, berdagang, atau melakukan aktivitas lainnya. Namun, ketika tiba waktunya sholat, kita diajarkan untuk berhenti sejenak dan mengingat siapa yang sebenarnya memberikan kita kehidupan, kesehatan, rezeki, dan segala nikmat.

  1. Sholat adalah Bentuk Komunikasi dengan Allah

Dalam sholat, kita membaca Al-Fatihah, berdoa, berdzikir, memuji Allah, dan memohon pertolongan-Nya.

Karena itu, jangan sampai sholat hanya menjadi rutinitas gerakan yang dilakukan tanpa memahami apa yang sedang kita ucapkan.

Ketika membaca:

«الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ»

“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Kita sedang memuji Allah.

Ketika membaca:

«إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ»

“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.”

Kita sedang menyatakan bahwa hanya Allah tempat kita menyembah dan meminta pertolongan.

Maka, ketika sholat, hadirkan hati kita. Jangan hanya tubuh yang berada di atas sajadah, tetapi hati dan pikiran juga berusaha menghadap kepada Allah SWT.

  1. Sholat Mengajarkan Kita untuk Berserah Diri

Dalam kehidupan, tidak semua hal berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Ada saatnya kita bahagia, ada saatnya kita kecewa. Ada saatnya mendapatkan apa yang kita harapkan, tetapi ada pula saatnya kita harus menerima sesuatu yang tidak kita inginkan.

Sholat mengajarkan kita untuk menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT.

Ketika kita bersujud, kita dapat mencurahkan segala keluh kesah kepada Allah. Tidak perlu malu untuk menangis di hadapan Allah. Tidak perlu takut menceritakan masalah kita kepada Allah.

Karena Allah mengetahui apa yang kita sembunyikan di dalam hati, bahkan sebelum kita mengucapkannya.

  1. Sholat Seharusnya Mengubah Akhlak Kita

Allah SWT berfirman:

«إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ»

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Ayat ini mengajarkan bahwa sholat seharusnya memberikan pengaruh dalam kehidupan kita.

Jika kita rajin sholat, seharusnya kita juga berusaha menjadi orang yang lebih baik.

Sholat seharusnya membuat kita lebih jujur, lebih sabar, lebih rendah hati, lebih menghormati orang tua, lebih menyayangi sesama, dan lebih berhati-hati dalam melakukan perbuatan yang dilarang Allah.

Jangan sampai kita rajin melakukan sholat, tetapi setelah salam kita kembali melakukan perbuatan yang menyakiti orang lain.

Karena hakikat sholat bukan hanya selesai ketika kita mengucapkan salam. Pengaruh sholat seharusnya terus terbawa dalam kehidupan kita.

  1. Sholat Mengajarkan Kesetaraan

Ketika kita berada di dalam masjid dan melaksanakan sholat berjamaah, tidak ada perbedaan antara orang kaya dan orang miskin, pejabat dan rakyat biasa, orang yang terkenal dan orang yang tidak dikenal.

Semua berdiri dalam satu barisan.

Semua menghadap kiblat yang sama.

Semua menyembah Tuhan yang sama.

Dan ketika bersujud, semuanya berada dalam posisi yang sama di hadapan Allah SWT.

Hal ini mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang bukan semata-mata karena harta, jabatan, atau kedudukannya di dunia, tetapi karena ketakwaannya kepada Allah.

  1. Jangan Hanya Menjaga Gerakan, tetapi Juga Menjaga Hati

Kita sering kali sibuk memperbaiki gerakan sholat, bacaan, dan pakaian ketika sholat. Semua itu memang penting.

Namun, jangan sampai kita lupa memperbaiki hati.

Sholat yang sempurna bukan hanya tubuh yang berdiri di atas sajadah, tetapi hati yang sadar bahwa dirinya sedang menghadap Allah SWT.

Ketika takbir, kita meninggalkan kesibukan dunia.

Ketika rukuk, kita merendahkan diri.

Ketika sujud, kita semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Dan ketika salam, kita kembali ke dunia dengan membawa ketenangan dan semangat untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Penutup

Pada akhirnya, hakikat sholat adalah tentang hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Sholat bukan hanya kewajiban lima kali sehari. Sholat adalah tempat kita mengadu, tempat kita meminta pertolongan, tempat kita mengingat Allah, sekaligus tempat kita belajar menjadi manusia yang lebih baik.

Maka, mari kita mulai memperbaiki sholat kita. Bukan hanya memperbaiki gerakannya, tetapi juga memperbaiki hati dan kesadaran kita ketika melaksanakannya.

Jangan sampai kita hanya menggugurkan kewajiban sholat, tetapi mari berusaha agar sholat benar-benar menghidupkan hati kita.

Semoga Allah SWT menjadikan kita orang-orang yang senantiasa menjaga sholat, diberikan kekhusyukan dalam melaksanakannya, serta menjadikan sholat kita sebagai jalan untuk semakin dekat kepada-Nya.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Rutinan Malam Rabu – Kultum Singkat
Mulai terlaksana tanggal 30
Disampaikan oleh Azhar Luqmanul Hakim
Mahasiswa KKN UNUGHA

Masjid Jami' Baiturrohim
Jalan Telagasari, Desa Negarajati, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap
Luas Area- m2
Luas Bangunan- m2
Status Lokasi-
Tahun Berdiri-
  • Selamat datang di Masjid Jami' Baiturrohim MAMUSDA Kunjungi Kami