Selasa, 13 Oktober 2026

Terbit : Kam, 30 Juli 2026

Sejarah Sholat: Perjalanan Ibadah yang Menghubungkan Hamba dengan Allah

Oleh : baiturrohim negarajati
Sejarah Sholat: Perjalanan Ibadah yang Menghubungkan Hamba dengan Allah

Oleh: Azhar Luqmanul Hakim – Mahasiswa KKN UNUGHA

Sejarah Sholat

Sholat merupakan ibadah yang menjadi tiang agama sekaligus kewajiban utama bagi setiap umat Islam. Lima waktu sholat yang kita laksanakan setiap hari bukanlah sebuah kewajiban yang hadir tanpa sejarah. Di balik perintah sholat terdapat sebuah perjalanan penuh makna yang menunjukkan betapa pentingnya kedudukan sholat dalam kehidupan seorang muslim.

Sebagai bagian dari kegiatan rutinan malam Rabu berupa kultum singkat, yang mulai terlaksana pada tanggal 30, mari kita bersama-sama mengenal lebih dekat bagaimana sejarah diwajibkannya sholat serta apa hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa tersebut.

  1. Sholat Sebelum Isra Mi’raj

Sebelum peristiwa Isra Mi’raj, Rasulullah SAW dan para sahabat sebenarnya telah melaksanakan ibadah sholat. Namun, bentuk dan waktu pelaksanaannya belum seperti sholat lima waktu yang kita kenal sekarang.

Dalam sejarah Islam, perintah sholat mengalami perkembangan hingga akhirnya Allah SWT menetapkan kewajiban sholat lima waktu melalui peristiwa Isra Mi’raj.

Hal ini menunjukkan bahwa sholat memiliki kedudukan yang sangat istimewa dibandingkan ibadah-ibadah lainnya.

  1. Peristiwa Isra Mi’raj

Perintah sholat lima waktu berkaitan erat dengan peristiwa Isra Mi’raj, yaitu perjalanan luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT berfirman:

«سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى»

“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa…”
(QS. Al-Isra: 1)

Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW menerima perintah sholat dari Allah SWT.

Pada awalnya, umat Islam diwajibkan melaksanakan sholat sebanyak 50 kali dalam sehari semalam. Kemudian, atas nasihat Nabi Musa AS dan dengan rahmat Allah SWT, Rasulullah SAW memohon keringanan hingga akhirnya menjadi 5 waktu, tetapi dengan pahala yang tetap seperti 50 kali.

Ini menjadi salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW.

  1. Mengapa Sholat Sangat Penting?

Sholat bukan hanya kewajiban yang harus dilakukan, tetapi juga merupakan sarana seorang hamba untuk berkomunikasi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

«وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي»

“Dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku.”
(QS. Taha: 14)

Ayat tersebut mengingatkan kita bahwa salah satu tujuan utama sholat adalah agar kita senantiasa mengingat Allah SWT.

Di tengah kesibukan sehari-hari, sholat menjadi waktu bagi kita untuk berhenti sejenak dari urusan dunia dan kembali mengingat Sang Pencipta.

  1. Sholat sebagai Tiang Agama

Rasulullah SAW bersabda:

«رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ، وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ»

“Pokok segala perkara adalah Islam dan tiangnya adalah sholat.”

Hadis ini menggambarkan betapa pentingnya sholat bagi seorang muslim.

Jika seseorang menjaga sholatnya, maka ia sedang berusaha menjaga salah satu kewajiban terbesar dalam agama. Sebaliknya, meninggalkan sholat merupakan perkara yang sangat serius.

Karena itu, jangan sampai kesibukan, pekerjaan, belajar, bermain, maupun urusan dunia lainnya membuat kita melupakan kewajiban sholat.

  1. Sholat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Allah SWT berfirman:

«إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ»

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Sholat yang dilakukan dengan benar dan penuh kesadaran seharusnya memberikan pengaruh terhadap perilaku kita.

Ketika seseorang benar-benar menghayati sholatnya, ia akan semakin sadar bahwa Allah SWT selalu melihat setiap perbuatannya.

Maka, sholat bukan hanya tentang gerakan berdiri, rukuk, sujud, dan duduk. Lebih dari itu, sholat seharusnya membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim.

  1. Hikmah dari Sejarah Sholat

Dari sejarah diwajibkannya sholat, terdapat banyak pelajaran yang dapat kita ambil.

Pertama, sholat merupakan ibadah yang sangat istimewa.
Perintahnya diberikan dalam peristiwa Isra Mi’raj, sebuah peristiwa besar dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.

Kedua, Allah SWT memberikan kemudahan kepada umat-Nya.
Dari 50 kali menjadi 5 kali, tetapi Allah tetap memberikan pahala 50 kali. Ini menunjukkan luasnya rahmat dan kasih sayang Allah SWT.

Ketiga, sholat mengajarkan kedisiplinan.
Sholat memiliki waktu-waktu tertentu. Lima kali sehari kita diajarkan untuk mengatur waktu dan menyisihkan waktu khusus untuk menghadap Allah SWT.

Keempat, sholat mengingatkan kita kepada tujuan hidup.
Sesibuk apa pun kehidupan kita, kita tetap membutuhkan Allah SWT. Sholat menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir.

Penutup

Dari sejarah sholat kita belajar bahwa sholat bukanlah sekadar kewajiban yang dilakukan karena takut mendapatkan dosa. Sholat merupakan bentuk cinta, penghambaan, dan komunikasi seorang hamba kepada Allah SWT.

Mari kita jadikan sholat sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Jangan menunggu menjadi orang baik untuk mulai menjaga sholat, tetapi mari menjaga sholat agar Allah SWT membimbing kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Semoga melalui rutinan malam Rabu berupa kultum singkat ini, kita tidak hanya mendapatkan tambahan ilmu, tetapi juga semakin termotivasi untuk memperbaiki kualitas ibadah kita, khususnya dalam menjaga sholat lima waktu.

Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk senantiasa mendirikan sholat, menjaga kekhusyukan, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Rutinan Malam Rabu – Kultum Singkat
Mulai terlaksana tanggal 30
Disampaikan oleh Azhar Luqmanul Hakim
Mahasiswa KKN UNUGHA

Masjid Jami' Baiturrohim
Jalan Telagasari, Desa Negarajati, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap
Luas Area- m2
Luas Bangunan- m2
Status Lokasi-
Tahun Berdiri-
  • Selamat datang di Masjid Jami' Baiturrohim MAMUSDA Kunjungi Kami